Aku Dan Lapangan Basket

 Judul: Aku dan Lapangan Basket


Namaku Fawwaz, siswa kelas XI. Di sekolah, banyak teman yang bilang aku pendiam dan lebih suka menyendiri. Tapi ada satu hal yang selalu membuatku bersemangat — basket.


Awalnya, aku hanya menonton dari bangku penonton saat teman-teman berlatih di eskul. Suara sepatu yang berdecit di lantai, pantulan bola, dan sorakan mereka saat bola masuk ring… entah kenapa, semua itu membuat dadaku hangat. Tapi aku ragu. Apa aku cukup baik untuk ikut? Apa aku bisa?


Sampai suatu hari, pelatih basket melihatku duduk sendirian.


"Kamu suka basket?" tanyanya.

Aku mengangguk pelan.

"Kalau begitu, besok ikut latihan ya. Gak perlu jago. Yang penting mau belajar."


Besoknya, aku datang. Jantungku deg-degan, tangan berkeringat. Tapi saat aku menggiring bola untuk pertama kalinya, ada rasa senang yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.


Hari demi hari, aku terus belajar. Tembakanku masih sering meleset. Nafasku kadang habis duluan. Tapi setiap kali aku jatuh, aku bangkit lagi. Teman-teman mulai menyemangatiku. Bahkan, aku sekarang punya sahabat baru yang satu tim denganku.


Dulu aku hanya penonton. Sekarang, aku bagian dari tim. Bukan hanya tentang basket, tapi tentang percaya pada diri sendiri. Aku belajar bahwa keberanian untuk mencoba lebih penting dari rasa takut gagal.


Dan saat bola itu akhirnya masuk ring setelah lemparanku… aku tahu, aku tidak salah pilih.

Komentar

Postingan Populer